Di era 90-an, Sony Interactive Entertainment (SIE)—yang saat itu masih dikenal sebagai Sony Computer Entertainment—sedang gencar-gencarnya melakukan eksperimen dengan berbagai genre untuk mengisi perpustakaan gim PlayStation 1 yang sedang naik daun. Salah satu judul yang muncul dari gelombang kreativitas tersebut adalah Steel. Gim ini mencoba menggabungkan kegagahan mesin tempur raksasa (mecha) dengan kontrol yang menantang, memberikan pengalaman yang unik bagi para pemain Empire88 yang mencari alternatif dari seri populer seperti Armored Core.
Konsep dan Premis Steel : Menjadi Pilot di Dunia Distopia
Steel membawa pemain ke sebuah masa depan yang suram, di mana konflik antar faksi besar diselesaikan melalui kekuatan kendaraan tempur lapis baja yang masif. Pemain berperan sebagai pilot bayaran yang harus menuntaskan berbagai misi berbahaya, mulai dari sabotase fasilitas rahasia hingga pertempuran terbuka melawan pasukan mesin yang jumlahnya jauh lebih besar.
Daya tarik utama dari gim ini terletak pada desain robotnya yang terasa lebih realistis dan “industrial”. Berbeda dengan robot-robot super-heroic di anime, kendaraan di dalam Steel tampak seperti tank berjalan dengan tumpukan kabel, pelat baja berkarat, dan persenjataan yang terlihat sangat fungsional. Atmosfer yang dibangun sangat kental dengan nuansa futuristik namun kotor, mencerminkan era di mana teknologi digunakan semata-mata untuk penghancuran.
Mekanik Gameplay Steel : Bobot di Setiap Gerakan
Hal yang paling membedakan Steel dari gim aksi lainnya di PlayStation 1 adalah rasa “bobot” atau inersia dalam kontrolnya. Pengembang ingin pemain benar-benar merasakan bahwa mereka sedang mengendalikan mesin seberat puluhan ton.
-
Kontrol yang Presisi namun Berat: Setiap langkah dan putaran robot membutuhkan waktu. Pemain tidak bisa sekadar berlari dan menembak secara serampangan. Strategi posisi sangat krusial agar Anda tidak terkepung oleh musuh yang lebih lincah.
-
Kustomisasi Persenjataan: Sebelum memulai misi, pemain diberikan opsi untuk melengkapi unit mereka dengan berbagai macam senjata, mulai dari senapan mesin cepat, peluncur roket dengan daya hancur area, hingga meriam laser untuk target tunggal yang kuat.
-
Kerusakan Bagian (Component Damage): Gim ini memiliki sistem di mana bagian tertentu dari robot bisa mengalami kerusakan, yang memengaruhi mobilitas atau kemampuan menembak pemain, menambah lapisan simulasi dalam setiap pertempuran.
Baca juga : Spawn: The Eternal – Era Kelam Sang Anti-Hero by Empire88
Visual dan Audio: Teknologi 3D yang Ambisius
Pada masanya, Steel menunjukkan kemampuan PlayStation dalam merender lingkungan 3D yang kompleks. Meskipun keterbatasan hardware membuat jarak pandang sering kali tertutup oleh efek kabut (fogging), hal ini justru dimanfaatkan oleh pengembang untuk menciptakan suasana mencekam dan penuh misteri. Suara dentuman logam, desis hidrolik, dan ledakan yang menggelegar memberikan kepuasan tersendiri saat pemain berhasil menghancurkan unit lawan.
Kesimpulan: Warisan yang Terlupakan
Meskipun Steel mungkin tidak sepopuler gim mecha legendaris lainnya, ia tetap menjadi bukti ambisi Sony dalam mengeksplorasi potensi penuh dari konsol pertama mereka. Gim ini menawarkan tantangan bagi para pemain yang menginginkan simulasi tempur mesin yang lebih lambat, taktis, dan membumi. Bagi para kolektor gim retro, Steel adalah permata tersembunyi Empire88 yang mengingatkan kita pada masa di mana setiap judul baru terasa seperti sebuah eksperimen teknologi yang berani.

